Ciri kanker pankreas, termasuk penyakit yang sulit dikenali pada tahap awal. Letak pankreas yang berada jauh di dalam rongga perut membuat perubahan pada organ tersebut tidak mudah terlihat atau teraba dalam pemeriksaan rutin. Tumor berukuran kecil juga dapat tumbuh tanpa menimbulkan keluhan yang jelas.
Ketika gejala mulai muncul, keluhannya sering menyerupai gangguan pencernaan, penyakit hati, batu empedu, sakit punggung, atau kelelahan biasa. Kondisi ini membuat seseorang dapat mengabaikan perubahan tubuh karena menganggapnya sebagai masalah kesehatan ringan.
Ciri yang perlu diperhatikan meliputi kulit dan bagian putih mata menguning, urine berwarna gelap, tinja pucat atau berminyak, nyeri pada perut bagian atas, sakit yang menjalar ke punggung, penurunan berat badan tanpa sebab, hilangnya selera makan, mual, dan tubuh yang terus terasa lemah. Munculnya gejala tersebut tidak langsung membuktikan adanya kanker, tetapi tetap memerlukan pemeriksaan apabila berlangsung lama atau semakin berat.
Pankreas Bekerja Mengatur Pencernaan dan Gula Darah
Pankreas merupakan kelenjar yang berada di belakang lambung dan dekat dengan tulang belakang. Organ ini terdiri atas bagian kepala, badan, dan ekor. Pankreas menghasilkan cairan yang membantu memecah makanan sekaligus memproduksi hormon, termasuk insulin dan glukagon, untuk mengendalikan kadar gula darah.
Sebagian besar kanker pankreas bermula pada sel eksokrin yang menghasilkan cairan pencernaan. Jenis yang paling sering ditemukan tumbuh pada saluran pankreas. Terdapat pula tumor yang berkembang dari sel penghasil hormon, tetapi jenis tersebut memiliki sifat dan gejala yang dapat berbeda.
Gangguan pada pankreas dapat memengaruhi pencernaan lemak dan pengaturan gula darah. Karena itu, ciri kanker pankreas tidak selalu berupa benjolan atau nyeri. Perubahan pada warna tinja, pola makan, berat badan, serta kadar gula darah dapat menjadi petunjuk yang perlu dinilai bersama keluhan lainnya.
Gejala Awal Sering Tidak Terlihat dengan Jelas
Pada tahap awal, kanker pankreas dapat tidak menimbulkan gejala. Kalaupun muncul, keluhannya sering ringan dan tidak khas. Seseorang mungkin hanya merasa cepat lelah, kehilangan selera makan, mengalami perut kembung, atau merasakan tidak nyaman pada perut bagian atas.
Kesulitan mengenali penyakit ini juga berkaitan dengan posisi pankreas yang tersembunyi di belakang beberapa organ. Dokter tidak dapat melihat atau meraba tumor pankreas dengan mudah dalam pemeriksaan fisik biasa. Keluhan baru dapat terasa setelah tumor bertambah besar, menekan saluran empedu, mengganggu saraf, atau memengaruhi organ di sekitarnya.
Gejala yang samar tidak berarti setiap gangguan pencernaan harus dianggap sebagai kanker. Sebagian besar keluhan seperti kembung, nyeri perut, mual, atau perubahan buang air besar disebabkan oleh kondisi lain. Pemeriksaan menjadi penting ketika gejala terasa berbeda dari biasanya, terus berulang, memburuk, atau tidak membaik setelah beberapa minggu.
“Menurut penulis, perubahan kecil yang muncul bersamaan perlu memperoleh perhatian lebih daripada satu keluhan yang berdiri sendiri dan cepat menghilang.”
Kulit dan Bagian Putih Mata Berubah Menjadi Kuning
Kulit serta bagian putih mata yang menguning disebut jaundice atau penyakit kuning. Kondisi tersebut merupakan salah satu ciri penting yang dapat muncul pada kanker pankreas, terutama apabila tumor berada di kepala pankreas dan menekan saluran empedu.
Empedu mengandung bilirubin, yaitu zat berwarna kuning kecokelatan yang diproduksi hati. Dalam keadaan normal, cairan empedu mengalir melalui saluran menuju usus dan membantu pencernaan lemak. Jika saluran terhalang, bilirubin dapat menumpuk di dalam tubuh sehingga kulit dan mata terlihat kuning.
Perubahan warna kadang pertama kali terlihat pada bagian putih mata. Pada kulit yang lebih gelap, warna kuning dapat lebih sulit dikenali sehingga pemeriksaan mata menjadi penting. Penderita juga dapat mengalami rasa gatal yang menyebar karena penumpukan bilirubin pada kulit.
Penyakit kuning lebih sering disebabkan oleh batu empedu, hepatitis, atau gangguan hati dan saluran empedu daripada kanker pankreas. Meski demikian, perubahan warna kulit atau mata memerlukan pemeriksaan segera agar penyumbatan dan penyebabnya dapat ditemukan.
Urine Gelap dan Tinja Pucat Perlu Diperhatikan
Penumpukan bilirubin dapat membuat urine berubah menjadi cokelat tua meskipun seseorang cukup minum. Warna ini berbeda dari urine kuning pekat akibat kekurangan cairan. Pada beberapa penderita, urine gelap muncul sebelum warna kuning pada kulit terlihat jelas.
Tinja juga dapat berubah menjadi pucat, keabuabuan, atau menyerupai tanah liat. Kondisi ini terjadi karena bilirubin yang biasanya memberi warna cokelat pada tinja tidak dapat mencapai usus dalam jumlah cukup.
Gangguan aliran empedu dan berkurangnya enzim pankreas dapat membuat lemak tidak tercerna dengan baik. Akibatnya, tinja terlihat berminyak, mengapung, berbau lebih menyengat, dan sulit dibersihkan saat disiram. Perubahan tersebut dapat disertai diare atau frekuensi buang air besar yang berbeda dari biasanya.
Satu kali perubahan warna tinja dapat dipengaruhi makanan atau obat. Namun, tinja yang terus pucat, berminyak, atau berubah bersamaan dengan urine gelap dan kulit menguning perlu segera dinilai oleh tenaga medis.
Nyeri Perut Bagian Atas Dapat Menjalar ke Punggung
Nyeri kanker pankreas dapat muncul pada perut bagian atas atau tengah. Rasa sakitnya dapat berupa tekanan, nyeri tumpul, sensasi menusuk, atau ketidaknyamanan yang sulit ditunjuk pada satu titik. Keluhan juga bisa menjalar menuju punggung karena pankreas berada dekat tulang belakang dan jaringan saraf.
Sebagian penderita merasa sakit lebih berat setelah makan atau ketika berbaring. Posisi membungkuk ke depan kadang membuat keluhan sedikit berkurang. Pola tersebut tidak selalu muncul pada setiap orang dan tidak dapat digunakan sebagai satu satunya dasar diagnosis.
Tumor yang berkembang pada badan atau ekor pankreas dapat tumbuh cukup besar sebelum menimbulkan gangguan saluran empedu. Pada keadaan seperti ini, nyeri perut atau punggung dapat menjadi keluhan yang lebih menonjol daripada penyakit kuning.
Sakit perut dan punggung sangat umum terjadi serta lebih sering berkaitan dengan otot, tulang belakang, lambung, ginjal, atau kantong empedu. Pemeriksaan perlu dilakukan apabila nyeri menetap, semakin kuat, mengganggu tidur, disertai penurunan berat badan, atau muncul bersama perubahan warna kulit.
Berat Badan Turun tanpa Perubahan Pola Hidup
Penurunan berat badan tanpa usaha merupakan salah satu ciri yang sering ditemukan pada penderita kanker pankreas. Berat dapat terus berkurang meskipun orang tersebut tidak sedang berdiet atau meningkatkan aktivitas fisik.
Penurunan ini dapat terjadi karena selera makan berkurang, penderita cepat merasa kenyang, atau tubuh tidak mampu mencerna dan menyerap zat gizi dengan baik. Mual, nyeri setelah makan, serta perubahan rasa makanan juga dapat membuat jumlah asupan semakin sedikit.
Gangguan produksi atau aliran enzim pankreas membuat lemak dan zat gizi lain tidak diolah secara optimal. Makanan yang masuk tidak seluruhnya dapat digunakan tubuh, sedangkan sebagian lemak keluar bersama tinja.
Berat badan yang berubah satu atau dua kilogram masih dapat berkaitan dengan banyak hal. Kekhawatiran meningkat apabila penurunan berlangsung terus, pakaian menjadi longgar, massa otot berkurang, dan kondisi tersebut disertai hilangnya selera makan atau gangguan pencernaan.
Selera Makan Menurun dan Cepat Merasa Kenyang
Orang dengan kanker pankreas dapat kehilangan keinginan untuk makan meskipun sebelumnya memiliki selera makan normal. Ada pula yang baru mengonsumsi sedikit makanan tetapi sudah merasa penuh.
Tumor yang menekan bagian akhir lambung dapat menghambat perjalanan makanan menuju usus. Keadaan tersebut dapat menimbulkan rasa penuh, mual, muntah, dan nyeri yang lebih berat setelah makan.
Selera makan juga dapat berkurang karena nyeri, perubahan pencernaan, atau tubuh yang terus terasa tidak nyaman. Jika seseorang mulai menghindari makanan karena takut nyeri muncul, berat badan dan kekuatan fisiknya dapat menurun lebih cepat.
Keluhan cepat kenyang dapat ditemukan pada penyakit lambung, gangguan hati, infeksi, dan berbagai kondisi lain. Pemeriksaan diperlukan bila berlangsung terus, terutama saat disertai muntah berulang atau penurunan berat badan.
Mual, Muntah, Kembung, dan Perubahan Buang Air Besar
Kanker pankreas dapat menimbulkan gangguan pencernaan berupa mual, muntah, perut kembung, diare, sembelit, atau perubahan bentuk tinja. Sebagian orang merasakan keluhan seperti gangguan pencernaan biasa yang datang dan pergi.
Mual dan muntah dapat terjadi ketika tumor menekan lambung atau menghambat jalur keluarnya makanan. Keluhan biasanya lebih terasa sesudah makan dan dapat disertai nyeri pada bagian atas perut.
Perut kembung juga dapat muncul karena makanan tidak tercerna secara sempurna. Gas terasa lebih banyak, perut cepat penuh, dan kegiatan makan menjadi tidak nyaman. Namun, keluhan ini sangat umum dan tidak menunjukkan kanker apabila muncul sesekali tanpa perubahan lain.
NHS menyarankan pemeriksaan ketika gejala pencernaan memburuk, terasa berbeda dari keluhan yang biasanya dialami, atau tidak membaik setelah sekitar dua minggu. Muntah yang berlangsung lebih dari dua hari dan diare lebih dari tujuh hari juga membutuhkan pertolongan medis.
Tubuh Terasa Lelah Meski Tidak Banyak Beraktivitas
Kelelahan pada kanker pankreas dapat terasa sebagai kekurangan energi, tubuh lemah, sulit berkonsentrasi, atau tidak pulih meskipun telah tidur. Kondisi ini tidak selalu berhubungan dengan banyaknya aktivitas yang dilakukan.
Tubuh dapat melemah karena asupan makanan berkurang, berat badan turun, pencernaan terganggu, atau penyakit memengaruhi proses tubuh secara keseluruhan. Gangguan tidur akibat nyeri dan rasa tidak nyaman juga dapat memperburuk kelelahan.
Kelelahan merupakan gejala yang sangat umum dan dapat muncul pada anemia, gangguan tiroid, infeksi, kurang tidur, tekanan psikologis, serta berbagai penyakit lain. Perhatian lebih diperlukan apabila kelelahan berkembang bersama penyakit kuning, nyeri perut, penurunan berat badan, atau perubahan pencernaan.
Diabetes yang Baru Muncul Dapat Menjadi Petunjuk Tambahan
Pankreas menghasilkan insulin yang membantu mengendalikan gula darah. Gangguan pada sel pankreas dapat menyebabkan perubahan kadar gula, sehingga sebagian penderita kanker pankreas mengalami diabetes atau kesulitan mengendalikan diabetes yang sebelumnya stabil.
Gejala diabetes dapat berupa sering haus, sering buang air kecil, mudah lapar, pandangan kabur, dan tubuh lemah. Namun, banyak orang hanya mengalami kenaikan gula darah ringan yang ditemukan melalui pemeriksaan laboratorium.
Diabetes sangat umum dan sebagian besar kasus tidak disebabkan oleh kanker pankreas. Diagnosis diabetes baru menjadi lebih mencurigakan apabila muncul pada usia dewasa tanpa penjelasan jelas, disertai penurunan berat badan yang tidak direncanakan, nyeri perut, atau perubahan tinja.
Riwayat diabetes juga termasuk faktor yang berhubungan dengan peningkatan risiko kanker pankreas. Hubungan keduanya rumit karena diabetes dapat menjadi faktor risiko sekaligus muncul akibat gangguan pada pankreas.
“Menurut penulis, diabetes yang baru diketahui tidak seharusnya menimbulkan kepanikan, tetapi perubahan gula darah yang disertai berat badan turun dan gangguan pencernaan layak diperiksa lebih mendalam.”
Pembengkakan Kaki dan Sesak Mendadak Tidak Boleh Diabaikan
Pada sebagian kecil kasus, kanker pankreas dapat berkaitan dengan terbentuknya gumpalan darah pada pembuluh vena besar. Gumpalan paling sering muncul di tungkai dan menimbulkan nyeri, bengkak, kemerahan, serta rasa hangat pada salah satu kaki.
Potongan gumpalan dapat bergerak menuju paru dan menyebabkan emboli paru. Tanda yang dapat muncul meliputi sesak napas mendadak, nyeri dada, napas cepat, atau rasa akan pingsan. Keadaan ini merupakan kegawatdaruratan yang membutuhkan pertolongan segera.
Kanker pankreas bukan penyebab tersering gumpalan darah. Cedera, operasi, terlalu lama tidak bergerak, kehamilan, obat tertentu, dan penyakit lain jauh lebih sering menjadi pemicu. Meski demikian, pembengkakan satu kaki atau sesak mendadak tidak boleh ditunda penanganannya.
Faktor Risiko Tidak Sama dengan Diagnosis
Orang yang merokok, memiliki berat badan berlebih, menderita diabetes, atau mengalami pankreatitis kronis mempunyai risiko lebih tinggi dibandingkan orang tanpa faktor tersebut. Riwayat keluarga dan kelainan genetik tertentu juga dapat meningkatkan kemungkinan terjadinya kanker pankreas.
Memiliki satu atau beberapa faktor risiko tidak berarti seseorang pasti akan terkena kanker. Banyak orang dengan faktor risiko tidak pernah mengalami penyakit tersebut. Sebaliknya, kanker pankreas juga dapat ditemukan pada orang tanpa faktor yang diketahui.
Riwayat keluarga perlu disampaikan kepada dokter, terutama apabila terdapat beberapa anggota keluarga dengan kanker pankreas, kanker payudara, kanker ovarium, melanoma, atau penyakit genetik tertentu. Dokter dapat menilai perlunya konseling dan pemeriksaan genetik.
Ciri Kanker Pankreas Tidak Dapat Dipastikan dari Gejala Saja
Penyakit kuning, nyeri perut, berat badan turun, dan tinja pucat dapat memberi petunjuk, tetapi tidak dapat memastikan keberadaan kanker. Dokter perlu menanyakan riwayat kesehatan, memeriksa tubuh, dan melakukan serangkaian tes untuk mencari penyebabnya.
Pemeriksaan darah dapat digunakan untuk melihat bilirubin, fungsi hati, kadar gula, sel darah, serta keadaan tubuh secara umum. Penanda tumor CA 19 9 dapat diperiksa pada kondisi tertentu, tetapi hasilnya tidak cukup akurat untuk menetapkan diagnosis sendirian. Nilai dapat tetap normal pada sebagian penderita kanker atau meningkat akibat penyakit lain.
Pemeriksaan pencitraan dapat meliputi ultrasonografi, CT scan, MRI, PET scan, atau ultrasonografi endoskopi. Pemilihan pemeriksaan disesuaikan dengan keluhan, hasil tes awal, dan penilaian dokter.
Biopsi dilakukan dengan mengambil sebagian kecil jaringan untuk diperiksa di laboratorium. Pemeriksaan jaringan merupakan cara untuk memastikan apakah sel kanker terdapat pada massa yang ditemukan. Sampel dapat diambil melalui jarum yang dipandu CT scan, ultrasonografi endoskopi, atau prosedur lain sesuai kebutuhan.
Penyakit Kuning Membutuhkan Pemeriksaan Segera
Kulit atau bagian putih mata yang berubah kuning perlu segera diperiksa. Pertolongan juga diperlukan jika seseorang terus muntah, mengalami diare berkepanjangan, kehilangan berat badan dalam jumlah nyata, atau memiliki gejala yang semakin berat dan tidak membaik setelah dua minggu.
Pemeriksaan tidak berarti seseorang pasti mengidap kanker. Dokter akan mencari berbagai penyebab yang lebih umum, seperti batu empedu, hepatitis, gangguan hati, radang pankreas, penyakit lambung, atau masalah saluran empedu.
Catatan gejala dapat membantu proses pemeriksaan. Pasien dapat mencatat kapan rasa sakit muncul, apakah menjalar ke punggung, perubahan berat badan, warna urine dan tinja, frekuensi muntah, serta obat yang telah digunakan.
Informasi mengenai kebiasaan merokok, diabetes, pankreatitis, riwayat kanker dalam keluarga, dan hasil pemeriksaan sebelumnya juga perlu disampaikan. Semakin lengkap informasi yang diberikan, semakin mudah dokter menentukan jenis pemeriksaan yang sesuai.






